17 Desember 2010

Catatan Ringan Pembahasan Worksheet Kelas X Akselerasi

Bab 2. Perangkat-perangkat TIK
Worksheet-6. Jaringan Komputer dan Komunikasi Data (1)

Konsep Jaringan Komputer
Dalam ilmu komputer dan teknologi informasi, dikenal istilah jaringan komputer. Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan lainnya dengan menggunakan media komunikasi, sehingga dapat saling berbagi data, informasi, program, dan perangkat keras (printer, harddisk, webcam, dsb).
Berbeda dengan konsep jaringan dalam ilmu biologi –yaitu kumpulan sel yang fungsinya sejenis– komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan komputer tidak harus sejenis. Komputer-komputer tersebut bisa saja memiliki tipe yang berbeda-beda, menggunakan sistem operasi yang berbeda, dan menggunakan program/aplikasi yang berbeda pula. Tetapi komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan komputer harus memakai aturan komunikasi (protokol) yang sama. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing komputer dapat berkomunikasi yang baik dengan komputer lainnya. Protokol yang menjadi Standar Internasional adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol)
Dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri (stand-alone), jaringan komputer memiliki beberapa keunggulan antara lain:
  1. Resource Sharing
    Kemampuan jaringan komputer dalam menyebarkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh seluruh komputer di dalamnya, sumber daya yang dimaksud berupa hardware maupun software, Sebagai contoh adalah pemanfaatan satu printer secara bersamaan di dalam rental komputer yang memungkinkan seluruh komputer (selama terhubung pada jaringan) untuk mengakses printer tersebut
  2. Data Integration
    Kemampuan jaringan komputer untuk mengintegrasikan data pada satu komputer hingga dapat diakses secara bersama oleh seluruh komputer di dalamnya, secara default, data tersebut hanya dapat dibaca dan disalin dari komputer lain.
  3. Communication
    Kemampuan jaringan komputer untuk memberikan akses komunikasi secara tekstual, audio maupun visual kepada setiap komputer di dalamnya, contoh: chatting, VoIP, video conference dll
  4. Security
    Kemampuan jaringan komputer memberikan perlindungan secara terpusat pada seluruh komputer dengan meletakkan piranti keamanan pada sebuah komputer pusat (mis. server), contoh: firewall
Komunikasi data
Dalam jaringan komputer, komunikasi antar-komputer terjadi pada saat salah satu komputer mengirim data atau file kepada komputer lainnya. Untuk itu diperlukan media komunikasi. Data yang dikirimkan diubah menjadi gelombang-gelombang sinyal yang dapat ditransfer melalui media transmisi. Di sisi penerima, energi yang diambil dari media transmisi diubah kembali menjadi data yang dapat dibaca oleh komputer penerima. Mekanisme ini disebut sebagai komunikasi data. Diagram komunikasi data digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1 Proses komunikasi data

Data yang dikirim berupa file digital. Agar data yang berupa sinyal 0 dan 1 tersebut dapat dipindahkan dari komputer satu ke komputer lain dalam jaringan, maka bilangan-bilangan tersebut harus diubah menjadi sinyal-sinyal transmisi. Pengubah data komputer menjadi sinyal-sinyal transmisi dinamakan transmitter, sedangkan pengubah sinyal-sinyal transmisi menjadi data digital disebut receiver. Transmitter biasanya bekerja secara simultan bersama receiver. Transmitter maupun Receiver yang umum dipakai di antaranya adalah Modulator-Demodulator (Modem) dan Network Interface Card (NIC) atau yang populer disebut sebagai ethernet-card atau LAN-Card.
Media transmisi dapat berupa kabel yang mengubah sinyal digital menjadi sinyal listrik, serta media wireless yang mengubah sinyal digital menjadi gelombang frekuensi.
Selain itu di dalam komunikasi data terdapat pula perangkat tambahan yang berfungsi untuk menyebarkan akses jaringan komputer dari media transmisi ke seluruh node, perangkat ini disebut sebagai konsentrator.

Perangkat-perangkat jaringan komunikasi pada komputer
Konsentrator
Perangkat ini merupakan tulang punggung (backbone) utama suatu jaringan komputer yang banyak digunakan saat ini, khususnya bila topologi yang digunakan adalah star. Sesuai namanya, konsentrator digunakan untuk memusatkan akses seluruh node baik berupa client (PC, laptop, PDA UMPC dsb), gateway-router maupun server yang terhubung ke jaringan. Pada jaringan komputer dengan media kabel, konsentrator yang digunakan berupa Hub maupun Switch. Sedangkan pada jaringan nirkabel, konsentrator yang digunakan berupa Wireless Access Point (WAP).

Gambar 2 Ilustrasi kerja konsentrator pada jaringan komputer
(sumber: http://catatan-harianq.blogspot.com/2010/05/konsep-dasar-jaringan.html)

Hub
Secara sederhana, Hub merupakan konsentrator yang tidak mampu bekerja secara kompleks, dan mengerjakan perintah di jaringan satu-per-satu, bersifat statis dan membagi akses jaringan secara merata kepada seluruh node yang terhubung, tanpa mempedulikan apakah node tersebut aktif atau tidak.

Gambar 3 Pemasangan kabel UTP dan konektor RJ-45 pada port Hub
(sumber: http://iwing.wordpress.com/2010/02/01/implementasi-jaringan-diskless-berbasis-ltsp-diubuntu-8-04-bagian-i-hardware-dan-bootmethod/)

Switch
Secara fisik, nyaris tidak ada perbedaan bentuk yang signifikan antara Hub dengan Switch. Namun switch memiliki keunggulan yang menyebabkan para administrator jaringan memilih untuk meninggalkan hub, meskipun harga switch saat ini masih sedikit lebih mahal. Switch mampu membagi akses jaringan hanya kepada node yang aktif, sehingga bila node yang aktif sedikit, akses jaringan lebih cepat.
Gambar 4 Bentuk fisik switch dengan 8-port konektor RJ-45
(sumber: http://fiavauziahputri.blogspot.com/2010/10/perbedaan-switch-dan-hub.html)

Wireless Access Point (WAP)
WAP merupakan perangkat yang mengijinkan perangkat nirkabel (wireless) untuk terhubung ke jaringan komputer menggunakan standar WiFi maupun standar lain yang sesuai. WAP biasanya menyebarkan akses dari koneksi jaringan kabel. Perangkat yang ingin terhubung pada jaringan yang disebarkan oleh WAP harus memiliki WiFi-adaptor. Cakupan wilayah penyebaran akses WAP biasa dikenal dengan istilah hot-spot.
Gambar 5 Bentuk fisik Wireless Access Point
(sumber: http://arhyblog.blogspot.com/2010/07/berbagai-temuan-teknologi-modern.html)

Transmitter / Receiver
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, transmitter dan receiver bekerja secara simultan pada satu perangkat. Saat ini terdapat berbagai macam perangkat transmitter dan receiver, seperti LAN-card, modem maupun WLAN-adaptor.

Local Area Network (LAN) - card
Pada jaringan berskala lokal (LAN) data komputer ditransmisikan melalui media transmisi dan diterima kembali di komputer penerima melewati sebuah LAN-card atau yang biasa juga disebut Network Interface Card (NIC) atau Ethernet-card.
Pada komputer, LAN-card biasa dipasang pada salah satu slot ekspansi (PCI atau ISA) pada motherboard komputer. Pada NIC terdapat konektor yang berfungsi untuk memasang kabel komunikasi yang terhubung dalam jaringan. Gambar LAN-card ditunjukkan dalam Gambar 2.6:
Gambar 6 Local Area Network (LAN) - Card
(sumber: http://labkomunisa.wordpress.com/2009/12/24/mengenal-hardware-lebih-dekat/)

Modulator – Demodulator (Modem)

Modem berfungsi untuk mengirim dan menerima sinyal-sinyal data pada komputer yang terhubung pada jaringan luas secara langsung (direct connection). Terdapat banyak mekanisme yang saat ini digunakan, mulai dari dial-up hingga layanan dedicated seperti Asymmetric Digital Subscribe Line (ADSL). Selain itu juga terdapat modem yang mendukung layanan bergerak (mobile) maupun seluler dengan teknologi generasi ke-2 (2G) General Package Radio System (GPRS) pada layanan GSM maupun layanan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) versi 2000 1x, layanan 2,5G seperti EDGE, 3G hingga layanan 3,5G seperti HSUPA dan HSDPA serta EvDO
Gambar 7 Contoh modem berlayanan HSDPA (Generasi 3,5 dari teknologi GSM)
(sumber: http://dzulfikar.wordpress.com/2010/01/20/ovation-mc930d-7-2-usb-modem-hsdpahsupaumts-networks/)

Wireless LAN (WLAN) – Adaptor
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi sambungan nirkabel, perangkat WLAN-adaptor semakin banyak ditemui, Perangkat inilah yang memungkinkan pengguna komputer dapat memanfaatkan akses jaringan di suatu area yang biasa disebut “Hot Spot”. Pada perangkat-perangkat mobile terkini seperti laptop, Personal Digital Assintance (PDA), smart-phone, maupun Ultra-Mobile Portable Computer (UMPC), WLAN-adaptor merupakan perangkat wajib yang biasanya sudah terintegrasi.
Gambar 8 WLAN adaptor PCI
(sumber: http://www.hardwarezone.com.au/reviews/view.php?cid=0&id=1373&pg=2)

Media Transmisi
Untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lain, diperlukan suatu media komunikasi atau media transmisi. Media transmisi ini akan mengalirkan sinyal analog baik berupa aliran listrik maupun gelombang frekuensi. Media transmisi ini berfungsi sebagai jalur lalu-lintas data. Tanpa medium ini, masing-masing komputer tidak dapat saling terhubung antara satu dengan yang lain.
Media transmisi dapat berupa kabel atau nirkabel (wireless). Pada media kabel, komunikasi dilakukan melalui sinyal-sinyal listrik yang mengalir di sepanjang kabel. Jenis-jenis kabel yang dimanfaatkan dalam jaringan komputer antara lain kabel Twisted pair, Coaxial, dan Serat Optik.
Sedangkan pada media nirkabel, komunikasi dilakukan melalui gelombang frekuensi berupa gelombang mikro, radio, sistem satelit, sinar infra merah, bluetooth, WiFi (Wireless Fidelity) dan sebagainya.

Media Kabel
Bila jarak sumber data dan penerima tidak terlalu jauh dan dalam area lokal, maka kabel dapat digunakan sebagai media transmisinya. Kabel yang sering digunakan adalah jenis Twisted Pair, Coaxial, atau Serat Optik.

Twisted Pair
Kabel jenis ini banyak dikenal karena telah banyak digunakan terutama sebagai kabel telepon. Twisted Pair terdiri dari pasangan kawat tembaga terisolasi yang dipilin menjadi satu dengan ketebalan rata-rata satu milimeter. Kabel twisted pair memiliki kecepatan transmisi hingga 1 Gbps (gigabit per detik).
Kabel twisted pair ada dua macam, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded Twisted Pair (UTP). Kabel STP adalah kabel twisted pair yang setiap pasangnya diberi perlindungan lagi. Sedangkan pada kabel UTP, setiap pasangnya tidak diberi perlindungan lagi sehingga harga kabel UTP lebih murah dari kabel STP. Gambar kabel UTP ditunjukkan dalam Gambar 7.4
Gambar 9 Kabel UTP
(sumber: http://rindangdingdong.blogspot.com/2010/09/pemasangan-kabel-utp-cross-dan-straight_29.html)

Kabel UTP adalah jenis kabel yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer. Kabel UTP yang biasa digunakan terdiri dari empat pasang kabel. Untuk menghubungkan kabel UTP dengan NIC, digunakan konektor RJ-45. Gambar konektor RJ-45 ditunjukkan dalam Gambar 7.5
Gambar 10. Konektor RJ-45
(sumber: http://www.skylineaccessories.co.uk/image.php?type=T&id=1254)

Coaxial
Kabel Coaxial biasa digunakan sebagai kabel antena televisi. Kabel coaxial terdiri dari kawat tembaga keras (kaku) sebagai intinya dan dikelilingi pelapis sebagai bahan penyekat. Pelapis ini dilapisi lagi dengan konduktor silindris yang bentuknya seperti jalinan anyaman. Kemudian konduktor sebelah luar ditutup dengan pelindung plastik yang aman. Kabel coaxial memiliki kecepatan transmisi hingga 10 Mbps. Gambar kabel coaxial ditunjukkan dalam Gambar 7.6. Untuk menghubungkan kabel coaxial dengan NIC, diperlukan konektor BNC.
Gambar 11. Penampang kabel coaxial
(sumber: http://r324cancer.blogspot.com/)

Serat Optik
Serat optik merupakan sebuah kabel yang mentransmisikan data dalam bentuk cahaya. Kelebihan utama serat optik dibanding media kabel adalah kecepatan transmisinya yang cukup tinggi. Selain itu, serat optik mampu mentransmisikan data pada jarak yang cukup jauh hingga beberapa kilometer. Serat optik juga memiliki kelebihan dalam hal ketepatan dan keamanan transmisi data. Hal ini dimungkinkan karena serat optik tidak terpengaruh oleh frekuensi-frekuensi liar yang mungkin ada di sepanjang jalur instalasi.
Gambar 12. Penampang kabel serat optik
(sumber: http://harivalcomputer.blogspot.com/2010/08/hardware-dan-tools-pada-jaringan.html)

Selain harganya yang mahal, kelemahan serat optik ada pada tingginya tingkat kesulitan proses instalasinya. Mengingat bahwa media ini mentransmisikan data dalam bentuk gelombang cahaya, maka serat optik tidak boleh dipasang berbelok secara tajam. Atau jika terpaksa berbelok, maka harus dibuat belokan yang melengkung. Di samping itu, serat optik harus betul-betul terhindar dari kemungkinan terjadinya tekanan fisik pada media tersebut.

Media Nirkabel
Jika sumber data dan penerima data jaraknya cukup jauh atau lokasinya sulit untuk memanfaatkan instalasi kabel sebagai media transmisi jaringan, maka dapat digunakan media transmisi berupa gelombang frekuensi yang dipancarkan melalui udara terbuka berupa gelombang mikro, gelombang radio, sistem satelit, sinar infra merah, bluetooth, WiFi (Wireless Fidelity) dan sebagainya.
Jaringan nirkabel cocok untuk bangunan yang sudah telanjur jadi, tetapi pada bangunan itu belum tersedia jalur kabel untuk pembangunan jaringan. Dibandingkan dengan harus melakukan bongkar-pasang atap dan dinding, jaringan nirkabel dapat menjadi solusi yang mudah dan praktis.

Sistem Satelit
Satelit berfungsi sebagai stasiun relay yang letaknya di luar angkasa. Satelit akan menerima sinyal yang dikirim dari suatu stasiun gelombang mikro di bumi, dan mengirimkan kembali ke stasiun gelombang mikro di belahan bumi lainnya.
Gambar 13. Ilustrasi akses komunikasi wireless menggunakan satelit
(sumber: http://www.pasang.com/jasa-internet/?change=ok&sort=price_desc)

Sinar Infra Merah
Teknologi sinar infra merah biasanya dipakai untuk komunikasi skala kecil, terutama untuk jaringan komputer lokal dalam satu ruang. Sinar infra merah ini banyak digunakan di laboratorium-laboratorium penelitian untuk melakukan uji coba pengembangan perangkat nirkabel. Sistem infra merah ini cocok digunakan untuk uji coba sistem jaringan tanpa kabel.
Gambar 14. Ilustrasi akses komunikasi wireless menggunakan Infra-merah
(sumber: http://www.sixca.com/eng/articles/irda/)

Teknologi ini sebenarnya sudah banyak digunakan seperti penerapan pada remote control televisi. Harganya murah dan mudah dibuat. Namun demikian, teknologi ini memiliki sifat jika terhalang oleh suatu benda, maka aliran data dan informasi akan terhenti.

Bluetooth
Bluetooth merupakan salah satu media transmisi nirkabel untuk pertukaran data yang dapat menembus dinding dan dapat menjangkau radius 10 meter. Bluetooth banyak digunakan untuk menghubungkan peralatan-peralatan seperti telepon genggam, laptop, PC, printer, kamera digital, dan konsol video game. Nama ‘Bluetooth’ diinspirasi oleh nama seorang raja Viking (Denmark) yang bernama Harald Blatand, yang dalam Bahasa Inggris dieja sebagai Harald Bluetooth.
Gambar 15. Ilustrasi akses komunikasi wireless menggunakan bluetooth
(sumber: http://th3t3chnolif3.wordpress.com/2010/10/24/129/)

WiFi
WiFi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yaitu sebuah standar yang pada awalnya digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN). Saat ini pemanfaatannya telah berkembang dan paling banyak digunakan untuk mengakses internet. Standar ini memungkinan seseorang yang memiliki komputer dengan kartu adaptor nirkabel (wireless card adapter), Personal Digital Assistant (PDA) maupun perangkat TIK lainnya untuk terhubung dengan jaringan intranet lokal maupun internet selama berada di dalam jangkauan sinyal yang dipancarkan oleh perangkat Wireless Access Point (WAP). Wilayah jangkauan sinyal ini dikenal dengan istilah hotspot.
Gambar 16. Ilustrasi akses komunikasi wireless menggunakan teknologi WiFi
(sumber: http://www.topachat.com/comprendre/images/plusieurs-pc-routeur_modem_adsl_wifi.jpg)

Tidak ada komentar: