24 Juli 2009

Link download BSE TIK

Untuk mendownload Buku Sekolah Elektronik (BSE) TIK silakan diklik link di bawah ini:
Sedangkan software-software yang dibutuhkan untuk menunjang materi TIK berdasarkan BSE di atas dapat di-download dari link di bawah ini:

21 Juli 2009

Jadwal Kegiatan TIK

Week-1
Tuesday, 21 July 2009
  1. X5 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
  2. X1 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
Wednesday, 22 July 2009
  1. X6 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
  2. X7 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
Thursday, 23 July 2009
  1. XI-Acc : Introduction to spreadsheet (HO1-HO2)
  2. X8 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
Friday, 24 July 2009
  1. X-Acc : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Week-2
Monday, 3 August 2009
  1. X3 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2), Launch Application, Menus (HO3-HO4)
  2. X2 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2), Launch Application, Menus (HO3-HO4)
  3. X4 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2), Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Tuesday, 4 August 2009
  1. X5 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
  2. X1 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Wednesday, 5 August 2009
  1. X6 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
  2. X7 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Thursday, 6 August 2009
  1. XI-Acc : Menu of spreadsheet (HO3-HO4)
  2. X8 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Friday, 7 August 2009
  1. X-Acc : Launch Application, Menus (HO3-HO4)

Prosedur Mengaktifkan Komputer dan Booting

Pengantar
Komputer merupakan sebuah rangkaian perangkat elektronik yang sangat peka terhadap setiap perlakuan orang yang menggunakannya (user). Untuk menjaga setiap komputer agar tetap awet dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama, setiap user harus menaati prosedur yang telah ditetapkan oleh vendor-vendor pembuat perangkat-perangkat komputer. Prosedur yang harus dijalani meliputi langkah-langkah untuk mengaktifkan dan mematikan komputer.

Mengaktifkan Komputer
Gambar 1.1 Mulai bekerja dengan menekan tombol power pada casing PC

Kegiatan "menyalakan komputer" tampaknya memang sesederhana yang terlihat pada gambar 1.1, namun pernahkah kalian menyadari, bahwa mengaktifkan komputer secara sembarangan dapat berdampak buruk pada komputer yang kalian gunakan, bahkan dampak yang lebih serius seperti terjadinya korsluiting (hubungan pendek) aliran istrik. Ringkaslah penjelasan yang disampaikan guru kalian pada tabel di bawah ini

Penilaian Sikap 1
Prosedur baku mengaktifkan komputer:
1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................
4. ...................................


Booting
Istilah booting berarti suatu proses kerja komputer menuju tampilan awal dari sebuah Sistem Operasi agar mulai bisa digunakan. Secara umum terdapat dua macam booting, yaitu:
  • Cold booting: Booting yang dilakukan sejak komputer dalam keadaan mati. Setelah seluruh perangkat dirangkai dengan sempurna, proses booting dapat dimulai dengan menekan tombol power pada casing PC yang akan dihidupkan.
  • Warm Booting: Booting yang dilakukan sejak komputer dalam keadaan hidup. Setelah seluruh program dimatikan, proses warm booting secara prosedural dapat dilakukan dengan memilih menu Restart. Namun dalam keadaan darurat, komputer perlu dinyalakan ulang dengan menekan tombol Reset pada casing PC.
Tugas Individu 1
  • Tuliskan perbedaan antara mekanisme Restart dengan Reset pada Warm-Booting
Tugas Praktik 1 dan Tugas Kelompok 1
  • Tuliskan langkah-langkah Warm-booting pada komputer lab. yang kalian gunakan

10 Juli 2009

MonoCulture vs MultiCulture, Dua Aliran, Satu Keniscayaan

Tugas 2 Matakuliah IF 5166 - KEAMANAN INFORMASI LANJUT
Wibisono Sukmo Wardhono (NIM: 23209321)

Dalam dunia pertanian, MonoCulture merupakan sebuah terapan penanaman satu jenis di dalam satu wilayah yang sama [1]. Kelebihannya, sistem memiliki teknis budidaya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang dipelihara hanya satu jenis. Di sisi lain, sistem ini menyebabkan tanaman relatif mudah terserang hama maupun penyakit. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan sistem MonoCulture, dikembangkan sistem MultiCulture/ PolyCulture. Sistem ini mampu mengurangi serangan hama, menambah kesuburan tanah, memutus siklus hidup hama atau penyakit dan menghasilkan panen yang beragam. Meskipun demikian, bila tidak dikelola dengan benar, sistem ini juga harus siap menghadapi persaingan mendapatkan unsur hara antar-jenis tanaman dan kesulitan dalam menghadapi banyaknya varian hama yang muncul [2].

Pembahasan lain di bidang politik menyebutkan bahwa pendidikan MonoCulture dengan mengabaikan keunikan dan pluralitas seperti memasung pertumbuhan pribadi kritis dan kreatif. Perbedaan setiap diri individu merupakan unsur terpenting pada pendidikan MultiCulture. Kesadaran atas keunikan diri menumbuhkan kesadaran kolektif yang membuka pintu dialog yang kritis dan terbuka. [3].

Suatu sistem teknologi informasi yang bersifat MonoCulture dan MultiCulture memiliki karakter yang analog dengan bidang pertanian maupun politik. Suatu sistem MonoCulture dibangun berdasarkan kesamaan perangkat-perangkat lunak yang ditanamkan pada setiap komputer. Dengan kata lain, seluruh komputer pada sistem tersebut memiliki kerentanan yang sama terhadap setiap serangan, terutama pada sistem operasi. Salah satu serangan yang banyak terjadi berasal dari virus komputer [4].

Dan Geer, seorang analis keamanan komputer dan ahli manajemen risiko berargumentasi bahwa Microsoft adalah monokultur [5]. Sehingga, karena mayoritas komputer yang terhubung ke internet memiliki sistem operasi Microsoft Windows, sistem ini menjadi rentan terhadap serangan yang sama. Namun sistem ini juga memiliki kelebihan. Dalam kasus Laboratorium TIK di SMA Negeri 3 Malang beberapa tahun lalu (ketika belum dilakukan migrasi ke OS berlisensi publik), penggunaan beberapa komputer dengan sistem yang memiliki OS dan aplikasi-aplikasi serupa, menyebabkan perawatan setiap komputer dapat berjalan dengan lancar. Apalagi kemampuan beberapa perangkat lunak dalam melaksanakan "cloning" menyebabkan sistem MonoCulture seperti ini semakin mudah digunakan.

Sistem MultiCulture yang didukung oleh keberadaan perangkat-perangkat lunak bebas memungkinkan kita terlepas dari ketergantungan terhadap vendor tertentu. Penggunaan beragam perangkat menyebabkan kita dapat memilah dan memilih perangkat lunak berdasarkan kelebihan-kelebihannya. Pada awalnya sistem ini memberikan kerja ekstra bagi seorang pengelola multi-komputer (seperti laboratorium komputer), namun, saat terjadi masalah pada satu perangkat, hal ini dapat segera diatasi oleh perangkat lain yang tertanam pada komputer.

Secara umum, sistem MultiCulture menawarkan banyak kelebihan dalam hal keamanan, dan dalam kasus sebuah laboratorium komputer seperti milik SMA Negeri 3 Malang, setiap komputer mutlak memiliki perangkat kombinasi perangkat lunak yang serupa. Dalam dunia Teknologi Informasi, kedua "aliran" ini begitu sengit dalam menebarkan pengaruhnya. MonoCulture menawarkan kenyamanan, sedangkan MultiCulture menawarkan keamanan. Sudah jamak bagi seluruh praktisi TI, bahwa kenyamanan selalu berbanding terbalik terhadap keamanan. Bagi pengguna awam, kenyamanan mungkin menjadi salah satu prioritas. Namun seluruh tingkatan pengguna TI tentu sepakat bahwa keamanan adalah suatu hal yang tidak dapat ditawar lagi.

Referensi:
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Monoculture. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[2] http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081009020032AArLyfc. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[3] http://www.uin-suka.info/ind/index.php?Itemid=341&id=516&option=com_content&task=view. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[4] http://en.wikipedia.org/wiki/Monoculture_(computer_science). Diakses tanggal 9 Juli 2009
[5] http://en.wikipedia.org/wiki/Dan_Geer. Diakses tanggal 9 Juli 2009

07 Juli 2009

Install OpenOffice.org 3.1 di BlankOn Nanggar

Hari ini emang waktunya nglembur, pas jadwalnya anak2 libur, aku malah berkutat mberesin komputer di Lab. 24, tapi mantabnya, aku malah nemu mood yang tepat buat nulis sesuatu yang moga2 bisa buat berbagi. Nah, ceritanya Lab. Komputer SMAN 3 Malang kan aku ganti semua pake BlankOn 5.0 (Nanggar) setelah satu semester berkutat sama Ubuntu 8.10 Interpid yang sering bikin mangkel.

Berhubung aku sendiri udah nyobain Ubuntu 9.04 Jaunty dan berjalan dengan sangad memuaskan di Portege 4010 (P3 bo'), aku mutusin semua kompi di Lab.24 mesti nyobain ni versi, tp brhubung q males nginstall kodek, inkscape dllnya akhirnya aku make BlankOn yg based on Jaunty dan uda terintegrasi sama kodek MP3 & Inkscape

Nah masalah muncul saat aku ngliat openofficenya gk pake base, padahal aku butuh itu buat anak2 klas xi semester 2, nginstall dari synaptic gak sukses blas, sampai pas nyariin paketan deb-nya OOo lhadalah kok nemu OOo udah ada versi 3.1.0 ... sedooooot DI SINI (tapi jangan lupa JRE-nya kudu siap juga ... kalo gak punya, sedot DI SINI, kenapa JRE ini penting buat disedot lagi? pan uda ada di paketan bawaan? nah masalahnya adalah karena si JRE ini --kayaknya-- ikut kehapus waktu kita ngun-install OOo lama)

Oke langsung mulai aja ... udah kelar downloadnya?
Mari ikuti langkah-langkah berikut ini (oiya, artikel ini dicomot DARI SINI, dengan perubahan seperlunya, soalnya si penulis ybs. waktu itu mbahas cara nginstal OOo 3.0 di Hardy)

Pertama, uninstall OOo yang lama

lab24@lab24-desktop:~$ sudo apt-get remove openoffice*.*
[sudo] password for
lab24: (masukin paswort admin)
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
---bla bla bla---
0 upgraded, 0 newly installed, 22 to remove and 155 not upgraded.
After this operation, 217MB disk space will be freed.
Do you want to continue [Y/n]? y
(masukin y kayak contoh)
---bla bla bla lagi sampai kelar---

Cari file yang instaler OOo yang uda didonlot (asumsi: kalo default, biasanya di desktop, jadi masuk ke desktop dulu)

lab24@lab24-desktop:~$ cd Desktop
lab24@lab24-desktop:~/Desktop$ tar -zxvf OOo_3.1.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz

Jangan lupa install JRE-nya

lab24@lab24-desktop:~/Desktop$ sudo dpkg -i openjdk-6/openjdk-6-jre-lib_6b14-1.4.1-0ubuntu7_all.deb.deb

Trus pindah ke direktori tempat file installasi OOo

lab24@lab24-desktop:~/Desktop$ cd OOO310_m11_native_packed-4_en-US.9399/DEBS

Install semua file yang ada di folder itu

lab24@lab24-desktop:~/Desktop/OOO310_m11_native_packed-4_en-US.9399/DEBS$ sudo dpkg -i *.deb

ngopi deh ... abis proses instalasi kelar, sekarang integrasikan OOo ke desktop, install paket desktop integration yang ada di folder DEBS

lab24@lab24-desktop:~/Desktop/OOO310_m11_native_packed-4_en-US.9399/DEBS$ cd desktop-integration

Kemudian install file didalamnya, tindakan ini perlu buat naruh launcher di desktop, gak lucu kan program uda diinstal tapi gak bisa dipake

lab24@lab24-desktop:~/Desktop/OOO310_m11_native_packed-4_en-US.9399/DEBS/desktop-integration$ sudo dpkg -i openoffice.org3.1-debian-menus_3.1-9393_all.deb

Tinggal pake deh ...