01 November 2009

Materi terakhir TIK kelas X (buat Aksel)

Handout ke-9 Bab II download DI SINI

Perangkat Lunak yang Digunakan pada Sistem Informasi
Identifikasi Perangkat Lunak
Secara sederhana, perangkat lunak (software) didefinisikan sebagai perangkat di
dalam komputer yang tidak dapat dijamah secara fisik dan hanya dapat dimanfaatkan
dengan bantuan sebuah alat, yaitu kumpulan perangkat keras komputer. Secara kompleks,
Perangkat Lunak merupakan kumpulan perintah-perintah yang tersimpan di dalam
perangkat keras, khususnya media penyimpan, yang tersusun secara terstruktur dan
menjadi panduan bagi komputer untuk melakukan proses pengolahan data.


Handout Bab III download DI SINI

Etika dan Moral terhadap Penggunaan Perangkat Lunak (Software)
Penggunaan dan Hak Cipta Perangkat Lunak
Di dalam TIK, perangkat lunak mendapatkan perhatian khusus berkaitan dengan
masalah hakikat dan hukum kepemilikan. Perangkat lunak (Software) komputer adalah
salah satu komponen penting dalam organisasi komputer. Perangkat lunak dihasilkan dari
Hasil pemikiran dan budi-daya manusia. Membuat perangkat lunak yang dapat bekerja
dengan baik bukanlah pekerjaan yang mudah. Listing (baris) program dari sebuah perangkat
lunak tersusun atas puluhan hingga ratusan lembar source code. Pemrogram (programmer)
yang telah berhasil menciptakan sebuah perangkat lunak harus dihargai dan memperoleh
hak cipta atas karya tersebut, berupa pengakuan hingga keuntungan finansial.

06 Agustus 2009

Tugas Aksel-7 06-08-09

Bekerjalah secara berkelompok (1 komputer – 2/3 orang), kalian bebas untuk bekerjasama dengan kelompok lain

Anggota Kelompok:
  1. Kelompok 1: 1-9-17
  2. Kelompok 2: 2-16
  3. Kelompok 3: 3-15
  4. Kelompok 4: 4-14
  5. Kelompok 5: 5-13
  6. Kelompok 6: 6-12
  7. Kelompok 7: 7-11
  8. Kelompok 8: 8-10

Bukalah proyek pertama dari handout#2 yang kalian buat minggu lalu :
  • Sebelum kolom “Tugas” tambahkan 2 (dua) kolom lagi yang berjudul T1 dan T2.
  • Sebelum kolom “UH” tambahkan 3 (tiga) kolom lagi yang berjudul UH1, UH2 dan UH3.
  • Setelah kolom “NA” tambahkan kolom “Ketuntasan”

Dengan demikian, hasil akhir yang akan kalian dapatkan adalah sebagai berikut:
  • Dengan perintah AVERAGE, buatlah rata-rata pada kolom “Tugas” dari T1 dan T2
  • Dengan perintah AVERAGE, buatlah rata-rata pada kolom “UH” dari UH1, UH2 dan UH3
  • Pada sel M2 di kolom “Ketuntasan” isikan: =IF(L2<80;"tuntas";"tidak tuntas")
  • Bukalah E-mail kalian dan kirimkan E-mail ke alamat : wibisono@sman3malang.sch.id
  • Subject: Aksel7-060809-(nomor kelompok)
  • Isi pesan yang harus kalian kirim adalah kesimpulan mengenai Fungsi dan Arti dari perintah AVERAGE dan IF
  • Attachement: File CALC yang telah kalian buat

24 Juli 2009

Link download BSE TIK

Untuk mendownload Buku Sekolah Elektronik (BSE) TIK silakan diklik link di bawah ini:
Sedangkan software-software yang dibutuhkan untuk menunjang materi TIK berdasarkan BSE di atas dapat di-download dari link di bawah ini:

21 Juli 2009

Jadwal Kegiatan TIK

Week-1
Tuesday, 21 July 2009
  1. X5 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
  2. X1 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
Wednesday, 22 July 2009
  1. X6 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
  2. X7 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
Thursday, 23 July 2009
  1. XI-Acc : Introduction to spreadsheet (HO1-HO2)
  2. X8 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2)
Friday, 24 July 2009
  1. X-Acc : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Week-2
Monday, 3 August 2009
  1. X3 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2), Launch Application, Menus (HO3-HO4)
  2. X2 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2), Launch Application, Menus (HO3-HO4)
  3. X4 : Introduction, Turning Procedure (HO1-HO2), Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Tuesday, 4 August 2009
  1. X5 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
  2. X1 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Wednesday, 5 August 2009
  1. X6 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
  2. X7 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Thursday, 6 August 2009
  1. XI-Acc : Menu of spreadsheet (HO3-HO4)
  2. X8 : Launch Application, Menus (HO3-HO4)
Friday, 7 August 2009
  1. X-Acc : Launch Application, Menus (HO3-HO4)

Prosedur Mengaktifkan Komputer dan Booting

Pengantar
Komputer merupakan sebuah rangkaian perangkat elektronik yang sangat peka terhadap setiap perlakuan orang yang menggunakannya (user). Untuk menjaga setiap komputer agar tetap awet dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama, setiap user harus menaati prosedur yang telah ditetapkan oleh vendor-vendor pembuat perangkat-perangkat komputer. Prosedur yang harus dijalani meliputi langkah-langkah untuk mengaktifkan dan mematikan komputer.

Mengaktifkan Komputer
Gambar 1.1 Mulai bekerja dengan menekan tombol power pada casing PC

Kegiatan "menyalakan komputer" tampaknya memang sesederhana yang terlihat pada gambar 1.1, namun pernahkah kalian menyadari, bahwa mengaktifkan komputer secara sembarangan dapat berdampak buruk pada komputer yang kalian gunakan, bahkan dampak yang lebih serius seperti terjadinya korsluiting (hubungan pendek) aliran istrik. Ringkaslah penjelasan yang disampaikan guru kalian pada tabel di bawah ini

Penilaian Sikap 1
Prosedur baku mengaktifkan komputer:
1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................
4. ...................................


Booting
Istilah booting berarti suatu proses kerja komputer menuju tampilan awal dari sebuah Sistem Operasi agar mulai bisa digunakan. Secara umum terdapat dua macam booting, yaitu:
  • Cold booting: Booting yang dilakukan sejak komputer dalam keadaan mati. Setelah seluruh perangkat dirangkai dengan sempurna, proses booting dapat dimulai dengan menekan tombol power pada casing PC yang akan dihidupkan.
  • Warm Booting: Booting yang dilakukan sejak komputer dalam keadaan hidup. Setelah seluruh program dimatikan, proses warm booting secara prosedural dapat dilakukan dengan memilih menu Restart. Namun dalam keadaan darurat, komputer perlu dinyalakan ulang dengan menekan tombol Reset pada casing PC.
Tugas Individu 1
  • Tuliskan perbedaan antara mekanisme Restart dengan Reset pada Warm-Booting
Tugas Praktik 1 dan Tugas Kelompok 1
  • Tuliskan langkah-langkah Warm-booting pada komputer lab. yang kalian gunakan

10 Juli 2009

MonoCulture vs MultiCulture, Dua Aliran, Satu Keniscayaan

Tugas 2 Matakuliah IF 5166 - KEAMANAN INFORMASI LANJUT
Wibisono Sukmo Wardhono (NIM: 23209321)

Dalam dunia pertanian, MonoCulture merupakan sebuah terapan penanaman satu jenis di dalam satu wilayah yang sama [1]. Kelebihannya, sistem memiliki teknis budidaya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang dipelihara hanya satu jenis. Di sisi lain, sistem ini menyebabkan tanaman relatif mudah terserang hama maupun penyakit. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan sistem MonoCulture, dikembangkan sistem MultiCulture/ PolyCulture. Sistem ini mampu mengurangi serangan hama, menambah kesuburan tanah, memutus siklus hidup hama atau penyakit dan menghasilkan panen yang beragam. Meskipun demikian, bila tidak dikelola dengan benar, sistem ini juga harus siap menghadapi persaingan mendapatkan unsur hara antar-jenis tanaman dan kesulitan dalam menghadapi banyaknya varian hama yang muncul [2].

Pembahasan lain di bidang politik menyebutkan bahwa pendidikan MonoCulture dengan mengabaikan keunikan dan pluralitas seperti memasung pertumbuhan pribadi kritis dan kreatif. Perbedaan setiap diri individu merupakan unsur terpenting pada pendidikan MultiCulture. Kesadaran atas keunikan diri menumbuhkan kesadaran kolektif yang membuka pintu dialog yang kritis dan terbuka. [3].

Suatu sistem teknologi informasi yang bersifat MonoCulture dan MultiCulture memiliki karakter yang analog dengan bidang pertanian maupun politik. Suatu sistem MonoCulture dibangun berdasarkan kesamaan perangkat-perangkat lunak yang ditanamkan pada setiap komputer. Dengan kata lain, seluruh komputer pada sistem tersebut memiliki kerentanan yang sama terhadap setiap serangan, terutama pada sistem operasi. Salah satu serangan yang banyak terjadi berasal dari virus komputer [4].

Dan Geer, seorang analis keamanan komputer dan ahli manajemen risiko berargumentasi bahwa Microsoft adalah monokultur [5]. Sehingga, karena mayoritas komputer yang terhubung ke internet memiliki sistem operasi Microsoft Windows, sistem ini menjadi rentan terhadap serangan yang sama. Namun sistem ini juga memiliki kelebihan. Dalam kasus Laboratorium TIK di SMA Negeri 3 Malang beberapa tahun lalu (ketika belum dilakukan migrasi ke OS berlisensi publik), penggunaan beberapa komputer dengan sistem yang memiliki OS dan aplikasi-aplikasi serupa, menyebabkan perawatan setiap komputer dapat berjalan dengan lancar. Apalagi kemampuan beberapa perangkat lunak dalam melaksanakan "cloning" menyebabkan sistem MonoCulture seperti ini semakin mudah digunakan.

Sistem MultiCulture yang didukung oleh keberadaan perangkat-perangkat lunak bebas memungkinkan kita terlepas dari ketergantungan terhadap vendor tertentu. Penggunaan beragam perangkat menyebabkan kita dapat memilah dan memilih perangkat lunak berdasarkan kelebihan-kelebihannya. Pada awalnya sistem ini memberikan kerja ekstra bagi seorang pengelola multi-komputer (seperti laboratorium komputer), namun, saat terjadi masalah pada satu perangkat, hal ini dapat segera diatasi oleh perangkat lain yang tertanam pada komputer.

Secara umum, sistem MultiCulture menawarkan banyak kelebihan dalam hal keamanan, dan dalam kasus sebuah laboratorium komputer seperti milik SMA Negeri 3 Malang, setiap komputer mutlak memiliki perangkat kombinasi perangkat lunak yang serupa. Dalam dunia Teknologi Informasi, kedua "aliran" ini begitu sengit dalam menebarkan pengaruhnya. MonoCulture menawarkan kenyamanan, sedangkan MultiCulture menawarkan keamanan. Sudah jamak bagi seluruh praktisi TI, bahwa kenyamanan selalu berbanding terbalik terhadap keamanan. Bagi pengguna awam, kenyamanan mungkin menjadi salah satu prioritas. Namun seluruh tingkatan pengguna TI tentu sepakat bahwa keamanan adalah suatu hal yang tidak dapat ditawar lagi.

Referensi:
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Monoculture. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[2] http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081009020032AArLyfc. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[3] http://www.uin-suka.info/ind/index.php?Itemid=341&id=516&option=com_content&task=view. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[4] http://en.wikipedia.org/wiki/Monoculture_(computer_science). Diakses tanggal 9 Juli 2009
[5] http://en.wikipedia.org/wiki/Dan_Geer. Diakses tanggal 9 Juli 2009

07 Juli 2009

Install OpenOffice.org 3.1 di BlankOn Nanggar

Hari ini emang waktunya nglembur, pas jadwalnya anak2 libur, aku malah berkutat mberesin komputer di Lab. 24, tapi mantabnya, aku malah nemu mood yang tepat buat nulis sesuatu yang moga2 bisa buat berbagi. Nah, ceritanya Lab. Komputer SMAN 3 Malang kan aku ganti semua pake BlankOn 5.0 (Nanggar) setelah satu semester berkutat sama Ubuntu 8.10 Interpid yang sering bikin mangkel.

Berhubung aku sendiri udah nyobain Ubuntu 9.04 Jaunty dan berjalan dengan sangad memuaskan di Portege 4010 (P3 bo'), aku mutusin semua kompi di Lab.24 mesti nyobain ni versi, tp brhubung q males nginstall kodek, inkscape dllnya akhirnya aku make BlankOn yg based on Jaunty dan uda terintegrasi sama kodek MP3 & Inkscape

Nah masalah muncul saat aku ngliat openofficenya gk pake base, padahal aku butuh itu buat anak2 klas xi semester 2, nginstall dari synaptic gak sukses blas, sampai pas nyariin paketan deb-nya OOo lhadalah kok nemu OOo udah ada versi 3.1.0 ... sedooooot DI SINI (tapi jangan lupa JRE-nya kudu siap juga ... kalo gak punya, sedot DI SINI, kenapa JRE ini penting buat disedot lagi? pan uda ada di paketan bawaan? nah masalahnya adalah karena si JRE ini --kayaknya-- ikut kehapus waktu kita ngun-install OOo lama)

Oke langsung mulai aja ... udah kelar downloadnya?
Mari ikuti langkah-langkah berikut ini (oiya, artikel ini dicomot DARI SINI, dengan perubahan seperlunya, soalnya si penulis ybs. waktu itu mbahas cara nginstal OOo 3.0 di Hardy)

Pertama, uninstall OOo yang lama

lab24@lab24-desktop:~$ sudo apt-get remove openoffice*.*
[sudo] password for
lab24: (masukin paswort admin)
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
---bla bla bla---
0 upgraded, 0 newly installed, 22 to remove and 155 not upgraded.
After this operation, 217MB disk space will be freed.
Do you want to continue [Y/n]? y
(masukin y kayak contoh)
---bla bla bla lagi sampai kelar---

Cari file yang instaler OOo yang uda didonlot (asumsi: kalo default, biasanya di desktop, jadi masuk ke desktop dulu)

lab24@lab24-desktop:~$ cd Desktop
lab24@lab24-desktop:~/Desktop$ tar -zxvf OOo_3.1.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz

Jangan lupa install JRE-nya

lab24@lab24-desktop:~/Desktop$ sudo dpkg -i openjdk-6/openjdk-6-jre-lib_6b14-1.4.1-0ubuntu7_all.deb.deb

Trus pindah ke direktori tempat file installasi OOo

lab24@lab24-desktop:~/Desktop$ cd OOO310_m11_native_packed-4_en-US.9399/DEBS

Install semua file yang ada di folder itu

lab24@lab24-desktop:~/Desktop/OOO310_m11_native_packed-4_en-US.9399/DEBS$ sudo dpkg -i *.deb

ngopi deh ... abis proses instalasi kelar, sekarang integrasikan OOo ke desktop, install paket desktop integration yang ada di folder DEBS

lab24@lab24-desktop:~/Desktop/OOO310_m11_native_packed-4_en-US.9399/DEBS$ cd desktop-integration

Kemudian install file didalamnya, tindakan ini perlu buat naruh launcher di desktop, gak lucu kan program uda diinstal tapi gak bisa dipake

lab24@lab24-desktop:~/Desktop/OOO310_m11_native_packed-4_en-US.9399/DEBS/desktop-integration$ sudo dpkg -i openoffice.org3.1-debian-menus_3.1-9393_all.deb

Tinggal pake deh ...


16 Juni 2009

Daftar Peserta UKK Susulan dan Perbaikan

Kelas X:

X-1
Susulan:
  • Fadhilah
  • Faqih
  • Rafif
X-3
Susulan:
  • Dwi Indah
Perbaikan:
  • Hanif
X-4
Susulan:
  • Tantri
Perbaikan:
  • Elviana
X-7
Susulan:
  • Hilkya
X-8
Susulan:
  • Nur Shabrina

Kelas XI:

XI-IA1
Susulan:
  • Amalia
  • Asharina
  • Avief
  • Dian R.
  • Fajaria
  • Fatimah
  • Hanani
  • M. Syahrir
XI-IA2
Susulan:
  • Tanwirul
Perbaikan:
  • M. Ghurron
  • Shella
XI-IA3
Susulan:
  • Nur Azizia
Perbaikan:
  • Shindy
XI-IA5
Susulan:
  • Nindy Sabrina
XI-IA7
Susulan:
  • Afifah
  • Harits
  • Nondho
  • Valonia
XI-IS
Perbaikan:
  • Athoullah
  • Firli H.
  • Hilda O.
  • Ikbar H
  • Yatnanta
  • Triono
UKK Susulan maupun Perbaikan akan diselenggarakan pada Hari Rabu, 17 Juni 2009 jam menyusul, menunggu kepastian jadwal UKK susulan & perbaikan mata pelajaran lainnya ...
UKK Susulan dan perbaikan dilaksanakan di ruang 24 (Lab. komputer 2)

05 Juni 2009

Basis Data

JANGAN LUPA!!!
Sebarkan informasi ini kepada teman-teman kalian kelas XI, terutama untuk teman2 sekelas kalian, jangan simpan informasi ini untuk kalian sendiri, download-lah handout yang tersedia, lalu sebarkanlah melalui media hardcopy (tercetak dan difotokopi) maupun softcopy
DOWNLOAD HANDOUT
DOWNLOAD WORKSHEET 1
(untuk latihan, kerjakan halaman 6-7)
DOWNLOAD WORKSHEET 2
(untuk latihan, kerjakan halaman 9)
update!!! DOWNLOAD SOAL UTS Genap 0809
Cambridge Syllabus Adaption
Section 4:
ICT Core Module (Standard Level)
Data Manipulation (4.3):
Using database facilities to manipulate data to solve problems and represent data graphically

Prinsip Dasar Basis-data

Pengantar Basis-data
Sebelum munculnya teknologi komputer, terutama teknologi informasi yang didukung oleh suatu sistem basis-data (database), Pemrosesan dan penyimpanan data dilakukan secara manual dengan melibatkan media-media hardcopy seperti kertas yang disimpan dalam ruangan fisik seperti filling cabinet dan sebagainya. Pada suatu organisasi berskala besar, hal ini akan menimbulkan suatu masalah, terutama bila data yang harus diolah sangat banyak.

Gambar 1.1 Filling Cabinet, tempat penyimpan data secara manual
(sumber: http://www.bahagia-furniture.com)

Dalam era Teknologi Informasi dan Komunikasi, suatu Sistem Informasi dibangun dari beberapa komponen, salah satu yang cukup penting adalah tersedianya Basis-data (Database). Basis-data menjadi tempat untuk menampung dan mengorganisasikan seluruh data pada sistem, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyusun informasi-informasi dalam berbagai bentuk. Basis-data merupakan himpunan kelompok data yang saling berkaitan. Data perlu diorganisasikan agar tidak terjadi duplikasi (penggandaan) data yang tidak perlu, sehingga dapat diolah secara cepat dan mudah untuk menghasilkan informasi.

Basis-data terus dikembangkan agar diperoleh metode organisasi data yang semakin efektif dan efisien. Hal ini diperlukan karena semakin banyak bidang usaha yang menjadikan Sistem Basis-data sebagai tumpuan manajemen informasinya, antara lain terdapat pada bagian persediaan barang, kepegawaian, akuntansi, reservasi pelanggan dan seluruh layanan yang tersebar pada perusahaan retail, perbankan, perhotelan dan pariwisata, institusi pendidikan, rumah sakit dan sebagainya.

Komponen-komponen Basis-data
Suatu sistem Basis-data disusun dari komponen-komponen sebagai berikut:
a.Tabel
Merupakan tempat penyimpanan data yang terbentuk dari kumpulan field yang dibuat sesuai kebutuhan rekaman (record) berupa baris-baris data
b.Field
Merupakan kolom pada tabel penyimpan data, yang berisi kumpulan data-data sejenis. Bila terdapat sebuah Field bernama Tim, artinya seluruh data yang mengisi kolom field tersebut adalah nama-nama tim seperti dicontohkan pada gambar 1.2.
c.Record
Merupakan baris-baris data berupa content dan diisikan pada field yang sesuai

Gambar 1.2 Komponen-kompunen utama database, tabel, yang berisi field dan record

d.Obyek Pendukung
Di antaranya terdiri dari query, form, report dan obyek lain sesuai kebutuhan.

Program Basis-data
Saat ini terdapat berbagai macam program basis-data dengan fasilitas-fasilitas yang beragam. Di antara program-program tersebut ada yang berbayar dan kodenya tertutup dari segala kemungkinan pengembangan dari pihak luar, contohnya adalah DBase yang berjalan pada Sistem Operasi DOS, Microsoft Access pada MS Windows. Selain itu terdapat pula program-program pembangun basis-data lain yang bersifat gratis dan open-source, artinya kita leluasa untuk mengembangkan program tersebut, contohnya adalah OpenOffice Base. Saat ini telah dibangun pula program-program basis-data berbasis Select Query Language (SQL), baik yang bersifat komersial maupun open-source, seperti Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL dan sebagainya. Pada bab ini akan digunakan program OpenOffice Base 3.x, yang dapat dijalankan di PC ber-OS MS Windows, Linux maupun OS milik Sun, Solaris.

Program OOo Base 3.x
Tipe Data pada OOo Base 3.x
Pembangunan sebuah basis-data harus mempertimbangkan efisiensi dalam penggunaan memori (ruang penyimpan). Untuk itu harus ditentukan tipe data yang tepat untuk setiap field. Tipe data yang tersedia pada OOo Base adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1 Tipe Data pada OOo Base
Penentuan Tipe Data untuk Efisiensi Memori
Pada pembangunan sebuah basis-data, harus diperhatikan kapasitas data yang akan disimpan. Tipe data yang akan diberikan untuk setiap field harus dipertimbangkan sejak awal. Setiap kapasitas tipe data yang ditentukan pada field akan secara otomatis dialokasikan oleh sistem ke dalam memori untuk setiap record data. Misal, bila ditentukan sebuah field “nama” dengan tipe data “text” dan kapasitas 25 karakter, maka maksimal record data yang dimasukkan adalah 25 karakter, kapasitas tersebut dialokasikan oleh sistem tiap kali dilakukan record data baru pada field “nama”.

Menjalankan program OOo Base 3.x
Langkah untuk menjalankan OOo Base 3.x tidak berbeda dengan program-program lain yang berjalan pada sistem operasi MS Windows maupun Linux, terutama keluarga OOo. Cara yang bisa dipilih untuk mulai bekerja dengan OOo Base 3.x sangat bergantung pada pilihan penempatan shortcut pada waktu proses instalasi OOo. Namun secara umum, salah satu cara yang hampir pasti bisa dipakai adalah dengan prosedur standar menjalankan program melalui langkah-langkah:

Pada MS Windows
  • Klik menu “Start” pada taskbar
  • Sorot “Programs” / “All Programs”
  • Klik “OpenOffice.org Base” atau “OpenOffice.org” → “OpenOffice.org Base”
Pada Linux
  • Klik menu “Launch//” (tergantung desktop dan distro yang dipakai) pada taskbar
  • Sorot “Application”, sorot “Office”/“Office Suite”
  • Klik “OpenOffice.org Base” atau “OpenOffice.org” → “OpenOffice.org Base”
Selanjutnya akan tampil wizard untuk memulai basis-data pada OOo Base 3.x

Gambar 1.3 Mulai menjalankan OOo Base 2.0 pada Sistem Operasi MS Windows XP

Tampilan Program OOo Base 3.x ditunjukkan pada gambar 1.4

Gambar 1.4 Tampilan program dan menu-menu pada OOo Base 3.x

Pembuatan Dokumen Basis-data
Membentuk Basis-data pada OOo Base
Pada OOo Base, pembuatan suatu dokumen basis-data dimulai dengan membentuk suatu project basis-data dengan tipe data *.odb. Sebuah proyek basis-data akan membentuk obyek-obyek basis-data yang saling berintegrasi. Langkah-langkah pembuatan proyek basis-data pada OOo Base adalah sebagai berikut:

1. Saat pertama kali menjalankan OOo Base, Jendela utama Base akan muncul meminta user untuk memilih untuk mulai bekerja dengan basis-data, ataupun mengolah basis-data yang sudah ada sebelumnya, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuat sebuah basis-data baru. dalam kondisi default, wizard telah menentukan pilihan pada ”Create a new database”, klik “Next >” untuk melanjutkan

Gambar 2.1 Langkah pertama wizard pembuatan basis-data baru

2. Pada langkah kedua, user diminta untuk me-register basis-data ke dalam sistem dan langsung membuka file untuk mulai bekerja dengan basis-data yang akan dibuat, klik ”Finish” untuk menyimpan basis-data

Gambar 2.2 Langkah kedua wizard pembuatan basis-data baru

3. Selanjutnya akan tampil kotak dialog ”Save As”, Simpan dengan nama ”base_lat1” pada folder latihan, lalu klik “Save”

Gambar 2.3 Kotak dialog “Save As” basis-data baru

Setelah itu akan muncul jendela basis-data seperti tampak pada Gambar 1.4 di Handout bagian sebelumnya, perancangan basis-data telah siap dilakukan

Membentuk Tabel pada OOo Base
Sebuah basis-data harus berisi tabel yang akan memuat field-field dan masukan-masukan (record) berupa data. Secara umum terdapat tiga langkah dalam membuat tabel, yaitu “Design View”, menggunakan wizard dan melalui “Create View”. Pada bagian ini akan dijelaskan cara membuat tabel melalui “Design View”
Untuk membuat tabel, klik “Tables” pada menu obyek, lalu klik “Create Table in Design View...”

Gambar 2.4 Memulai pembuatan tabel dengan menggunakan wizard

Setelah itu akan muncul jendela “Tables Design“ seperti tampak pada gambar 2.5 di bawah ini


Gambar 2.5 Jendela “Table Design” pada OOo Base

Pada jendela ”Table Design” dapat ditentukan field-field yang dibutuhkan, berikut tipe field-nya. Bagian-bagian yang terdapat pada jendela “Table Design” adalah sebagai berikut:
  • Field Name. Berisi kolom tempat membuat nama field yang diperlukan tabel, seperti “no_induk”, “nama”, “alamat” dll
  • Field Type. Merupakan tipe field yang digunakan untuk masing-masing record. Contoh; tipe “Text [VARCHAR]” untuk field “nama”
  • Description. Yaitu deskripsi singkat mengenai field. Sifatnya opsional, boleh dikosongkan
  • Field Properties. Terdapat pada bagian bawah jendela “table design” dan digunakan untuk menentukan entri, panjang data, format data dan sebagainya.
Ikutilah petunjuk dari guru kalian, lalu isikan properti field dengan ketentuan di bawah ini:

Membentuk Primary Key
Pada konsep basis-data, Sebuah tabel utama sebaiknya memiliki sedikitnya sebuah field yang bersifat sebagai Primary Key (PK), PK ditentukan dengan klik area sebelah kiri field “No”, lalu klik kanan dan pilih primary key, perhatikan gambar 2.6

Gambar 2.6 Menentukan PK pada field “no”

Field yang telah ditentukan sebagai PK akan ditandai dengan ikon berbentuk kunci berwarna kuning pada area kiri field tersebut, seperti tampak pada gambar 7.10

Gambar 2.7 Tanda PK pada field “No”

Bila tabel selesai diolah, simpan dengan memilih menu File > Save atau klik tombol , lalu beri nama tabel tersebut, dalam contoh ini, kita beri nama “TableSiswa”
Tutuplah Properti tabel dengan klik tombol [X] di bagian pojok kanan atas

Memasukkan Record pada tabel
Untuk mengisikan record, klik-gandalah tabel yang telah kalian buat seperti ditunjukkan pada gambar 2.8.

Gambar 2.8 Posisi tabel yang sudah selesai dibuat

Gambar 2.9 Tabel yang sudah jadi dan siap diisikan record

01 Maret 2009

REKURSI

Yang dimaksud dengan rekursi adalah sebuah prosedur atau fungsi yang memanggil dirinya sendiri. Perhatikan contoh di bawah ini:

Function fakto(n:byte):longint
begin
if n=0 then fakto:=0
else
fakto:=n*fakto(n-1)
end;

begin
y:=fakto(5)
end.


Pada fungsi di atas, fungsi fakto dipanggil dengan parameter n-1, sehingga jika dipanggil fakto(5), penjelasannya adalah sebagai berikut:
Mula-mula FAKTO(5) dipanggil sehingga menyebabkan statemen n * FAKTO(n-1) dieksekusi, yang bemilai:
5 * FAKTO(4). FAKTO(4) akan mengeksekusi statemen:
4 * FAKTO(3). FAKTO(3) akan mengeksekusi statemen:
3 * FAKTO(2). FAKTO(2) akan mengeksekusi statemen:
2 * FAKTO(1). FAKTO(1) akan mengeksekusi statemen:
1 * FAKTO(0), FAKTO(0) sendiri bemilai 0, sehingga statemen:
1 * FAKTO(0) bemilai 0, yang berarti FAKTO(1) menghasilkan nilai 0 yang dikembalikan pada FAKTO(2),
2 * FAKTO(1) -> 2 * 0 = 0. Hasil 0 ini dikembalikan pada:
3 * FAKTO(2) -> 3 * 0 = 0. Hasil 0 ini dikembalikan pada:
4 * FAKTO(3) -> 4 * 0 = 0. Hasil 0 ini dikembalikan pada:
5 * FAKTO(4) -> 5 * 0 = 0.

sumber: http://www.geocities.com/tokiguide/

ARRAY

Pengantar

Kita telah mengenal pengertian variabel dan bisa mengisi sembarang masukan ke dalam variabel tersebut serta menampilkan hasilnya. Perhatikan contoh di bawah ini:

var
nilai: integer;
begin
write("Masukkan nilai pertama : ");
readln(nilai);
writeln("Nilaimu adalah : ",nilai);
write("Masukkan nilai kedua : ");
readln(nilai);
writeln("Nilaimu adalah : ",nilai);
end.


Dari kode di atas, bila nilai pertama adalah 10, maka akan muncul tulisan:
Nilaimu adalah : 10

Dan bila kemudian kita masukkan nilai kedua 20, maka akan muncul tulisan:
Nilaimu adalah : 20

Pertanyaannya sekarang adalah, ke mana nilai yang "10"? Bisakah kita menmpilkannya lagi? Jawabannya ternyata tidak bisa. Mengapa? sebab variabel nilai hanya bisa diisi satu masukan pada satu waktu, bila kita isikan masukan yang baru, maka masukan yang lama akan dihapus. Untuk mengisikan banyak masukan, artinya kita harus membuat beberapa variabel untuk menampung masukan-masukan tersebut.

Lalu bagaimana bila kita ingin memasukkan beberapa nilai sekaligus ke dalam sebuah variabel saja? Jawabannya adalah dengan menggunakan konsep ARRAY, atau dalam beberapa literatur berbahasa Indonesia disebut LARIK.

Array Satu Dimensi

Untuk memahami konsep Array, kalian perlu memahami konsep matriks. Kalian tentu sudah pernah mempelajari bab ini pada pelajaran Matematika. Apa itu matriks? Matriks adalah suatu elemen yang ber-indeks, bila kita menentukan sebuah integer array n(3), artinya kita menyediakan sepuluh buah tempat pada variabel n, yang masing-masing diberi nama n(1), n(2), dan n(3) dengan bentuk bilangan bulat. Untuk setiap variabel berindeks tersebut dapat kita isikan sebuah nilai.

Perhatikan contoh kode di bawah ini untuk memahami lebih lanjut mengenai Array:

var
X:= array [1..3] of integer;
begin
write("Masukkan nilai pertama : ");
readln(X[1]);
write("Masukkan nilai kedua : ");
readln(X[2]);
write("Masukkan nilai ketiga : ");
readln(X[3]);
writeln("Daftar nilaimu adalah :");
writeln(X[1]);
writeln(X[2]);
writeln(X[3]);
end.

Dengan metode array tersebut, bla kita memasukkan nilai masing-masing 10, 20 dan 30 untuk X[1], X[2] dan X[3], maka ketiga nilai tersebut tetap tersimpan di dalam variabel X.

ARRAY Multi Dimensi dan Penggabungan ARRAY dengan Looping

Array dapat dibentuk dalam multi dimensi (dua dst), selain itu kita juga dapat menggabungkan materi Array dengan pengulangan, lebih lengkapnya silakan download materi presentasi Array di bawah ini, supaya kalian lebih memahami, jalankan presentasinya dalam mode "show"

DOWNLOAD
(Link: http://sman3malang.sch.id/file/Array.ppt)