JANGAN LUPA!!!
Sebarkan informasi ini kepada teman-teman kalian kelas XI, terutama untuk teman2 sekelas kalian, jangan simpan informasi ini untuk kalian sendiri, download-lah handout yang tersedia, lalu sebarkanlah melalui media hardcopy (tercetak dan difotokopi) maupun softcopy
DOWNLOAD HANDOUT
DOWNLOAD WORKSHEET 1 (untuk latihan, kerjakan halaman 6-7)
DOWNLOAD WORKSHEET 2 (untuk latihan, kerjakan halaman 9)update!!! DOWNLOAD SOAL UTS Genap 0809
Cambridge Syllabus Adaption
Section 4: ICT Core Module (Standard Level)
Data Manipulation (4.3):
Using database facilities to manipulate data to solve problems and represent data graphically
Prinsip Dasar Basis-dataPengantar Basis-dataSebelum munculnya teknologi komputer, terutama teknologi informasi yang didukung oleh suatu sistem basis-data (
database), Pemrosesan dan penyimpanan data dilakukan secara manual dengan melibatkan media-media hardcopy seperti kertas yang disimpan dalam ruangan fisik seperti
filling cabinet dan sebagainya. Pada suatu organisasi berskala besar, hal ini akan menimbulkan suatu masalah, terutama bila data yang harus diolah sangat banyak.
Gambar 1.1 Filling Cabinet, tempat penyimpan data secara manual(sumber: http://www.bahagia-furniture.com)Dalam era Teknologi Informasi dan Komunikasi, suatu Sistem Informasi dibangun dari beberapa komponen, salah satu yang cukup penting adalah tersedianya Basis-data (Database). Basis-data menjadi tempat untuk menampung dan mengorganisasikan seluruh data pada sistem, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyusun informasi-informasi dalam berbagai bentuk. Basis-data merupakan himpunan kelompok data yang saling berkaitan. Data perlu diorganisasikan agar tidak terjadi duplikasi (penggandaan) data yang tidak perlu, sehingga dapat diolah secara cepat dan mudah untuk menghasilkan informasi.
Basis-data terus dikembangkan agar diperoleh metode organisasi data yang semakin efektif dan efisien. Hal ini diperlukan karena semakin banyak bidang usaha yang menjadikan Sistem Basis-data sebagai tumpuan manajemen informasinya, antara lain terdapat pada bagian persediaan barang, kepegawaian, akuntansi, reservasi pelanggan dan seluruh layanan yang tersebar pada perusahaan retail, perbankan, perhotelan dan pariwisata, institusi pendidikan, rumah sakit dan sebagainya.
Komponen-komponen Basis-dataSuatu sistem Basis-data disusun dari komponen-komponen sebagai berikut:
a.
TabelMerupakan tempat penyimpanan data yang terbentuk dari kumpulan field yang dibuat sesuai kebutuhan rekaman (record) berupa baris-baris data
b.
FieldMerupakan kolom pada tabel penyimpan data, yang berisi kumpulan data-data sejenis. Bila terdapat sebuah Field bernama Tim, artinya seluruh data yang mengisi kolom field tersebut adalah nama-nama tim seperti dicontohkan pada gambar 1.2.
c.
RecordMerupakan baris-baris data berupa content dan diisikan pada field yang sesuai
Gambar 1.2 Komponen-kompunen utama database, tabel, yang berisi field dan record
d.
Obyek PendukungDi antaranya terdiri dari
query,
form,
report dan obyek lain sesuai kebutuhan.
Program Basis-dataSaat ini terdapat berbagai macam program basis-data dengan fasilitas-fasilitas yang beragam. Di antara program-program tersebut ada yang berbayar dan kodenya tertutup dari segala kemungkinan pengembangan dari pihak luar, contohnya adalah DBase yang berjalan pada Sistem Operasi DOS, Microsoft Access pada MS Windows. Selain itu terdapat pula program-program pembangun basis-data lain yang bersifat gratis dan open-source, artinya kita leluasa untuk mengembangkan program tersebut, contohnya adalah OpenOffice Base. Saat ini telah dibangun pula program-program basis-data berbasis Select Query Language (SQL), baik yang bersifat komersial maupun open-source, seperti Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL dan sebagainya. Pada bab ini akan digunakan program OpenOffice Base 3.x, yang dapat dijalankan di PC ber-OS MS Windows, Linux maupun OS milik Sun, Solaris.
Program OOo Base 3.xTipe Data pada OOo Base 3.xPembangunan sebuah basis-data harus mempertimbangkan efisiensi dalam penggunaan memori (ruang penyimpan). Untuk itu harus ditentukan tipe data yang tepat untuk setiap field. Tipe data yang tersedia pada OOo Base adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1 Tipe Data pada OOo Base
Penentuan Tipe Data untuk Efisiensi MemoriPada pembangunan sebuah basis-data, harus diperhatikan kapasitas data yang akan disimpan. Tipe data yang akan diberikan untuk setiap field harus dipertimbangkan sejak awal. Setiap kapasitas tipe data yang ditentukan pada field akan secara otomatis dialokasikan oleh sistem ke dalam memori untuk setiap record data. Misal, bila ditentukan sebuah field “nama” dengan tipe data “text” dan kapasitas 25 karakter, maka maksimal record data yang dimasukkan adalah 25 karakter, kapasitas tersebut dialokasikan oleh sistem tiap kali dilakukan record data baru pada field “nama”.
Menjalankan program OOo Base 3.xLangkah untuk menjalankan OOo Base 3.x tidak berbeda dengan program-program lain yang berjalan pada sistem operasi MS Windows maupun Linux, terutama keluarga OOo. Cara yang bisa dipilih untuk mulai bekerja dengan OOo Base 3.x sangat bergantung pada pilihan penempatan shortcut pada waktu proses instalasi OOo. Namun secara umum, salah satu cara yang hampir pasti bisa dipakai adalah dengan prosedur standar menjalankan program melalui langkah-langkah:
Pada MS Windows- Klik menu “Start” pada taskbar
- Sorot “Programs” / “All Programs”
- Klik “OpenOffice.org Base” atau “OpenOffice.org” → “OpenOffice.org Base”
Pada Linux- Klik menu “Launch//” (tergantung desktop dan distro yang dipakai) pada taskbar
- Sorot “Application”, sorot “Office”/“Office Suite”
- Klik “OpenOffice.org Base” atau “OpenOffice.org” → “OpenOffice.org Base”
Selanjutnya akan tampil wizard untuk memulai basis-data pada OOo Base 3.x
Gambar 1.3 Mulai menjalankan OOo Base 2.0 pada Sistem Operasi MS Windows XPTampilan Program OOo Base 3.x ditunjukkan pada gambar 1.4
Gambar 1.4 Tampilan program dan menu-menu pada OOo Base 3.x
Pembuatan Dokumen Basis-data
Membentuk Basis-data pada OOo Base
Pada OOo Base, pembuatan suatu dokumen basis-data dimulai dengan membentuk suatu project basis-data dengan tipe data *.odb. Sebuah proyek basis-data akan membentuk obyek-obyek basis-data yang saling berintegrasi. Langkah-langkah pembuatan proyek basis-data pada OOo Base adalah sebagai berikut:
1. Saat pertama kali menjalankan OOo Base, Jendela utama Base akan muncul meminta user untuk memilih untuk mulai bekerja dengan basis-data, ataupun mengolah basis-data yang sudah ada sebelumnya, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuat sebuah basis-data baru. dalam kondisi default, wizard telah menentukan pilihan pada ”Create a new database”, klik “Next >” untuk melanjutkan
Gambar 2.1 Langkah pertama wizard pembuatan basis-data baru
2. Pada langkah kedua, user diminta untuk me-register basis-data ke dalam sistem dan langsung membuka file untuk mulai bekerja dengan basis-data yang akan dibuat, klik ”Finish” untuk menyimpan basis-data
Gambar 2.2 Langkah kedua wizard pembuatan basis-data baru
3. Selanjutnya akan tampil kotak dialog ”Save As”, Simpan dengan nama ”base_lat1” pada folder latihan, lalu klik “Save”
Gambar 2.3 Kotak dialog “Save As” basis-data baru
Setelah itu akan muncul jendela basis-data seperti tampak pada Gambar 1.4 di Handout bagian sebelumnya, perancangan basis-data telah siap dilakukan
Membentuk Tabel pada OOo Base
Sebuah basis-data harus berisi tabel yang akan memuat field-field dan masukan-masukan (record) berupa data. Secara umum terdapat tiga langkah dalam membuat tabel, yaitu “Design View”, menggunakan wizard dan melalui “Create View”. Pada bagian ini akan dijelaskan cara membuat tabel melalui “Design View”
Untuk membuat tabel, klik “Tables” pada menu obyek, lalu klik “Create Table in Design View...”
Gambar 2.4 Memulai pembuatan tabel dengan menggunakan wizard
Setelah itu akan muncul jendela “Tables Design“ seperti tampak pada gambar 2.5 di bawah ini
Gambar 2.5 Jendela “Table Design” pada OOo Base
Pada jendela ”Table Design” dapat ditentukan field-field yang dibutuhkan, berikut tipe field-nya. Bagian-bagian yang terdapat pada jendela “Table Design” adalah sebagai berikut:
- Field Name. Berisi kolom tempat membuat nama field yang diperlukan tabel, seperti “no_induk”, “nama”, “alamat” dll
- Field Type. Merupakan tipe field yang digunakan untuk masing-masing record. Contoh; tipe “Text [VARCHAR]” untuk field “nama”
- Description. Yaitu deskripsi singkat mengenai field. Sifatnya opsional, boleh dikosongkan
- Field Properties. Terdapat pada bagian bawah jendela “table design” dan digunakan untuk menentukan entri, panjang data, format data dan sebagainya.
Ikutilah petunjuk dari guru kalian, lalu isikan properti field dengan ketentuan di bawah ini:

Membentuk Primary Key
Pada konsep basis-data, Sebuah tabel utama sebaiknya memiliki sedikitnya sebuah field yang bersifat sebagai Primary Key (PK), PK ditentukan dengan klik area sebelah kiri field “No”, lalu klik kanan dan pilih primary key, perhatikan gambar 2.6
Gambar 2.6 Menentukan PK pada field “no”
Field yang telah ditentukan sebagai PK akan ditandai dengan ikon berbentuk kunci berwarna kuning pada area kiri field tersebut, seperti tampak pada gambar 7.10
Gambar 2.7 Tanda PK pada field “No”
Bila tabel selesai diolah, simpan dengan memilih menu File > Save atau klik tombol , lalu beri nama tabel tersebut, dalam contoh ini, kita beri nama “TableSiswa”
Tutuplah Properti tabel dengan klik tombol [X] di bagian pojok kanan atas
Memasukkan Record pada tabel
Untuk mengisikan record, klik-gandalah tabel yang telah kalian buat seperti ditunjukkan pada gambar 2.8.
Gambar 2.8 Posisi tabel yang sudah selesai dibuat
Gambar 2.9 Tabel yang sudah jadi dan siap diisikan record