24 Agustus 2008

Komunikasi Data

DOWNLOAD MATERI

Standar Kompetensi (Kurikulum 2004 / KBK):
10. Menggunakan jaringan lokal (LAN) untuk keperluan informasi dan komunikasi.

Kompetensi Dasar:
10.1. Mengenal macam-macam jaringan komputer

Indikator:
  • Menjelaskan prinsip Komunikasi data
  • Menggambarkan antarmuka komputer dengan saluran telekomunikasi
Materi Pokok:
  • Konsep jaringan komputer informasi yang dibentuk oleh komputer dan infrastruktur telekomunikasi
Komunikasi data
Dalam jaringan komputer, komunikasi antar-komputer terjadi pada saat salah satu komputer mengirim data atau file kepada komputer lainnya. Untuk itu diperlukan media komunikasi. Data yang dikirimkan diubah menjadi gelombang-gelombang sinyal yang dapat ditransfer melalui media transmisi. Di sisi penerima, energi yang diambil dari media transmisi diubah kembali menjadi data yang dapat dibaca oleh komputer penerima. Mekanisme ini disebut sebagai komunikasi data. Diagram komunikasi data ditunjukkan dalam Gambar 2.1:

Gambar 2.1 Proses komunikasi data

Data yang dikirim berupa file digital. Agar data yang berupa sinyal 0 dan 1 tersebut dapat dipindahkan dari komputer satu ke komputer lain dalam jaringan, maka bilangan-bilangan tersebut harus diubah menjadi sinyal-sinyal transmisi. Pengubah data komputer menjadi sinyal-sinyal transmisi dinamakan transmitter, sedangkan pengubah sinyal-sinyal transmisi menjadi data digital disebut receiver. Transmitter biasanya bekerja secara simultan bersama receiver. Transmitter maupun Receiver yang umum dipakai di antaranya adalah Modulator-Demodulator (Modem) dan Network Interface Card (NIC) atau yang populer disebut sebagai ethernet-card atau LAN-Card.
Media transmisi dapat berupa kabel yang mengubah sinyal digital menjadi sinyal listrik, serta media wireless yang mengubah sinyal digital menjadi gelombang frekuensi.
Selain itu di dalam komunikasi data terdapat pula perangkat tambahan yang berfungsi untuk menyebarkan akses jaringan komputer dari media transmisi ke seluruh node, perangkat ini disebut sebagai konsentrator.

Perangkat-perangkat jaringan komunikasi pada komputer
Konsentrator
Perangkat ini merupakan tulang punggung (backbone) utama suatu jaringan komputer yang banyak digunakan saat ini, khususnya bila topologi yang digunakan adalah star. Sesuai namanya, konsentrator digunakan untuk memusatkan akses seluruh node baik berupa client (PC, laptop, PDA UMPC dsb), gateway-router maupun server yang terhubung ke jaringan. Pada jaringan komputer dengan media kabel, konsentrator yang digunakan berupa Hub maupun Switch. Sedangkan pada jaringan nirkabel, konsentrator yang digunakan berupa Wireless Access Point (WAP).

Gambar 2.2 Ilustrasi kerja konsentrator pada jaringan komputer
(sumber: http://www.tp-link.com/support/showfaq.asp?id=9)

- Hub
Secara sederhana, Hub merupakan konsentrator yang bersifat statis dan membagi akses jaringan secara merata kepada seluruh node yang terhubung, tanpa mempedulikan apakah node tersebut aktif atau tidak.

Gambar 2.3 Pemasangan kabel UTP dan konektor RJ-45 pada port Hub
(sumber: http://www.gregcarrick.co.uk/backtobasicold)

- Switch
Secara fisik, nyaris tidak ada perbedaan bentuk yang signifikan antara Hub dengan Switch. Namun switch memiliki keunggulan yang menyebabkan para administrator jaringan memilih untuk meninggalkan hub, meskipun harga switch saat ini masih sedikit lebih mahal. Switch mampu membagi akses jaringan hanya kepada node yang aktif, sehingga bila node yang aktif sedikit, akses jaringan lebih cepat.

Gambar 2.4 Bentuk fisik switch dengan 8-port konektor RJ-45
(sumber: http://www.indocommerce.net/index.php)

- Wireless Access Point (WAP)
WAP merupakan perangkat yang mengijinkan perangkat nirkabel (wireless) untuk terhubung ke jaringan komputer menggunakan standar WiFi maupun standar lain yang sesuai. WAP biasanya menyebarkan akses dari koneksi jaringan kabel. Perangkat yang ingin terhubung pada jaringan yang disebarkan oleh WAP harus memiliki WiFi-adaptor. Cakupan wilayah penyebaran akses WAP biasa dikenal dengan istilah hot-spot.

Gambar 2.5 Bentuk fisik Wireless Access Point
(sumber: http://www.sentrytechnical.com/resources)


Transmitter / Receiver
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, transmitter dan receiver bekerja secara simultan pada satu perangkat. Saat ini terdapat berbagai macam perangkat transmitter dan receiver, seperti LAN-card, modem maupun WLAN-adaptor.

- Local Area Network (LAN) - card
Pada jaringan berskala lokal (LAN) data komputer ditransmisikan melalui media transmisi dan diterima kembali di komputer penerima melewati sebuah LAN-card atau yang biasa juga disebut Network Interface Card (NIC) atau Ethernet-card.
Pada komputer, LAN-card biasa dipasang pada salah satu slot ekspansi (PCI atau ISA) pada motherboard komputer. Pada NIC terdapat konektor yang berfungsi untuk memasang kabel komunikasi yang terhubung dalam jaringan. Gambar LAN-card ditunjukkan dalam Gambar 2.6:

Gambar 2.6 Local Area Network (LAN) - Card

- Modulator – Demodulator (Modem)
Modem berfungsi untuk mengirim dan menerima sinyal-sinyal data pada komputer yang terhubung pada jaringan luas secara langsung (direct connection). Terdapat beberapa mekanisme yang saat ini banyak digunakan, yaitu dial-up dan Asynchronous Digital Subscribe Line (ADSL). Selain itu juga terdapat modem yang mendukung layanan bergerak (mobile) maupun seluler dengan teknologi General Package Radio System (GPRS) pada layanan GSM maupun layanan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA).

Gambar 2.7 Macam-macam modem; (a) modem dial-up internal (http://duace.com/);(b) modem ADSL (http://www.i-tech.com.au/); (c) modem CDMA PCMCIA (http://www.fahminotebook.com/); (d) modem GPRS USB (http://perantara.net/)

- Wireless LAN (WLAN) – Adaptor
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi sambungan nirkabel, perangkat WLAN-adaptor semakin banyak ditemui, Perangkat inilah yang memungkinkan pengguna komputer dapat memanfaatkan akses jaringan di suatu area yang biasa disebut “Hot Spot”. Pada perangkat-perangkat mobile terkini seperti laptop, Personal Digital Assintance (PDA), smart-phone, maupun Ultra-Mobile Portable Computer (UMPC), WLAN-adaptor merupakan perangkat wajib yang biasanya sudah terintegrasi.

Gambar 2.8 WLAN adaptor PCI
(sumber: http://www.xiertekusa.com/product.php?pid=789)

23 Agustus 2008

Bab 1. Operasi Dasar Komputer

DOWNLOAD MATERI

Standar Kompetensi (Kurikulum 2006 / KTSP):
1. Melakukan operasi dasar komputer

Kompetensi Dasar:
1.1 Mengaktifkan dan mematikan komputer sesuai dengan prosedur

Unsur-unsur
Komputer
Komputer yang digunakan saat ini dibangun berdasarkan teknologi elektronika digital, sehingga disebut komputer digital. Pengertian teknologi digital tidak dibahas lebih lanjut pada tingkat SMA. Secara sistematis, komputer harus dipandang sebagai kesatuan dari:
  1. Brainware (Pengguna Komputer)
  2. Hardware (Perangkat Keras)
  3. Software (Perangkat Lunak)

Brainware
Brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer/ sistem pengolahan data. Brainware merupakan sumber inspirasi utama bagi terbentuknya suatu sistem komputer.

Menurut tingkat pemanfaatan terhadap komputer, Brainware digolongkan dalam empat tingkatan dimulai dari tingkatan yang tertinggi:
  • System Analyst : Penanggung jawab dan perencana sistem dari sebuah proyek pembangunan sebuah sistem informasi khususnya yang memanfaatkan komputer
  • Programmer : Pembuat dan petugas yang mempersiapkan program yang dibutuhkan pada sistem komputerisasi yang dirancang
  • Administrator : Seseorang yang bertugas mengelola suatu sistem operasi dan program-program yang berjalan pada sebuah sistem/jaringan komputer
  • Operator : Pengguna biasa, hanya memanfaatkan sistem komputer yang sudah ada
Perangkat Keras
Perangkat Keras dapat didefinisikan sebagai peralatan dalam sistem komputer yang dapat dilihat dan dapat dijamah secara fisik. Secara fungsional, perangkat keras dapat digolongkan sebagai berikut:

Perangkat Input

Digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer sesuai dengan format yang diijinkan komputer untuk kemudian diolah ke dalam media pemroses. Contoh: Keyboard, mouse, bar-code reader, floppy-disk drive, CD-ROM drive, USB drive dll

Gambar 1.1 Mouse, salah satu jenis perangkat input

Perangkat Output
Digunakan untuk mengeluarkan hasil pengolahan data dari media pemroses ke dalam bentuk dan format yang bermacam-macam sesuai dengan keinginan manusia. Contoh: Printer, monitor, plotter, proyektor-LCD dll

Gambar 1.2 Monitor, salah satu jenis perangkat output

Penyimpan Data
Digunakan untuk menyimpan data hasil pengolahan, Secara umum media penyimpan atau memori dapat dibagi menjadi dua;

- Random Access Memory (RAM)
Adalah media penyimpan yang bersifat non-permanen, data dan proses yang sedang dikerjakan akan disimpan ke dalam RAM selama komputer aktif (hidup), setelah komputer dimatikan (daya listrik dicabut), data dan proses akan terhapus. Kapasitas RAM harus mampu mengimbangi kinerja prosesor, bila kapasitas RAM kecil sedangkan proses yang dikerjakan banyak, maka RAM akan cepat penuh, prosesor akan berhenti bekerja dan tidak dapat melakukan proses apa pun, keadaan ini biasa dikenal dengan istilah hang. Terdapat macam-macam jenis RAM, di antaranya EDO RAM, SDRAM, DDR-SDRAM dan RD-RAM.

Gambar 1.3 SDRAM, perangkat RAM yang saat ini mulai jarang digunakan

- Read-Only Memory (ROM)
Pada awalnya, istilah ROM hanya digunakan untuk media yang dapat menyimpan data secara permanen dan tidak dapat diubah-ubah lagi, contohnya adalah EE-PROM yang tersimpan pada sirkuit CMOS pada rangkaian motherboard di dalam CPU dan bertugas menyimpan instruksi input-output dasar yang dikenal sebagai BIOS. Dalam perkembangannya, istilah ROM digunakan untuk setiap media yang dapat menyimpan data secara permanen pada saat tidak menyimpan daya listrik. Pada pengertian yang kedua ini, ROM dibagi menjadi dua, yaitu

- Removable-Disk
Merupakan media penyimpan yang tidak mempengaruhi kerja sistem secara langsung, artinya, pada saat media ini dipasang maupun dilepas secara langsung (plug ‘n play) saat komputer menyala, tidak menyebabkan kerusakan pada sistem komputer secara keseluruhan, contoh; floppy-disk (disket), CD-ROM, DVD, USB Flash-disk, MMC dll

Gambar 1.4 USB flash-drive, Perangkat penyimpan removable berukuran kecil yang saat ini banyak diproduksi dengan kapasitas yang semakin besar

- Non-Removable Disk
Merupakan media penyimpan yang mempengaruhi kerja sistem secara langsung, sebab di dalamnya terdapat file-file Sistem Operasi dan program-program yang dibutuhkan untuk kerja komputer, media ini tidak dapat dipasang maupun dilepas secara langsung pada saat komputer bekerja, contoh; hard-disk internal, bootable USB flash, Live CD-ROM

Pemroses Data
Digunakan untuk melakukan proses pengolahan data yang merupakan proses utama dalam sistem komputer. Pengolah data dalam komputer hanya berupa Prosesor yang terdiri atas:
a.ALU (Arithmetic Logic Unit)
Merupakan unit pengolah data aritmatika (perhitungan matematis, statistika dll) dan logika (perhitungan perbandingan; lebih besar, lebih kecil, AND, OR dll).
b.CU (Control Unit)
Merupakan unit pengendalian atas suatu proses yang sedang dikerjakan.

Gambar 1.5 Pentium 4, jenis prosesor produksi Intel corp. yang sangat populer dan pada tahun 2000an kemunculannya banyak ditunggu masyarakat pengguna komputer

Merk yang beredar di pasaran bermacam-macam, antara lain: Intel, Motorola, AMD, Transmeta dll. Kecepatan kinerja prosesor dinyatakan dalam satuan Hertz, yang menunjukkan banyaknya proses yang mampu dikerjakan oleh proses dalam satu detik. Secara sederhana, bila terdapat sebuah prosesor AMD Athlon 2 GHz, maka prosesor tersebut mampu mengerjakan 2 x 109 proses dalam satu detik.

Prosedur Baku Menghidupkan dan Mematikan Komputer
Booting
Istilah booting berarti suatu proses kerja komputer, dari tidak bisa digunakan, menjadi bisa digunakan. Secara umum terdapat dua macam booting, yaitu:
  • Cold booting: Booting yang dilakukan sejak komputer dalam keadaan mati. Setelah seluruh perangkat dirangkai dengan sempurna, proses booting dapat dimulai dengan menekan tombol power pada casing PC yang akan dihidupkan.
  • Warm Booting: Booting yang dilakukan sejak komputer dalam keadaan hidup. Setelah seluruh program dimatikan, proses warm booting pada Sistem Operasi MS Windows dapat dilakukan dengan memilih menu Start  Turn Off Computer...  Restart dengan menekan tombol power pada casing PC yanng akan dihidupkan.

Prosedur mematikan komputer
Untuk menjaga keamanan file dan hard-disk, komputer harus dimatikan dengan prosedur yang benar. Berikut ini adalah prosedur baku untuk mematikan komputer pada Sistem Operasi Linux (Ubuntu - desktop GNOME).
  • Pastikan semua program aplikasi telah tertutup
  • Klik tombol Power di pojok kanan atas
Gambar 1.6 Menu Pilihan untuk mematikan komputer
  • Lalu akan ditampilkan pilihan seperti tampak pada gambar.
Gambar 1.7 Kotak dialog untuk mematikan komputer
  • Untuk mematikan komputer, pilih “Shut Down
  • Kemudian komputer akan mulai mematikan perangkat-perangkat yang sedang bekerja, tunggu beberapa saat hingga komputer benar-benar mati sebelum perangkat-perangkat listrik dilepas

Kompetensi Dasar :
1.2 Menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi

Perangkat Lunak yang Digunakan pada Sistem Informasi
Identifikasi Perangkat Lunak
Secara sederhana, perangkat lunak (software) didefinisikan sebagai perangkat di dalam komputer yang tidak dapat dijamah secara fisik dan hanya dapat dimanfaatkan dengan bantuan sebuah alat, yaitu kumpulan perangkat keras komputer. Secara kompleks, Perangkat Lunak merupakan kumpulan perintah-perintah yang tersimpan di dalam perangkat keras, khususnya media penyimpan, yang tersusun secara terstruktur dan menjadi panduan bagi komputer untuk melakukan proses pengolahan data.

Pengelompokan Perangkat Lunak berdasarkan Fungsinya
Pembagian kelompok Software berdasarkan fungsinya:

- Sistem Operasi
Merupakan sebuah program yang berfungsi untuk mengolah segala proses dan mengelola program-program di dalam komputer, penjelasan Sistem Operasi secara lengkap akan dibahas pada Bab 4
contoh Sistem Operasi:
Seluruh turunan UNIX; Linux, BSD, Solaris, MacOS, Belenix dll.
Linux, dengan distro-distro; RedHat, Knoppix, SuSE, Ubuntu dll.
BSD, dengan variasi-variasi; FreeBSD, OpenBSD, NetBSD dll.
Produk-produk Microsoft; MS-DOS, MS Windows (1.0, 2.0, 3.0, 3.11, 95, 98, 98SE, ME, 2000, XP, Longhorn, Vista dst), dll.

- Utility Program
Merupakan Program yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja komputer seperti Antivirus (Norton family, McAfee, Norman dll), pembagi partisi (FDISK, Partition Magic), peringkas file (WinRAR, WinZIP dll) dll.

- Programming Language
Merupakan sebuah program yang berguna untuk menghasilkan program aplikasi lainnya, Terdapat dua macam programming software;
  • Low-Level Language: Bahasa biner, Bahasa Assembly.
  • High-Level Language: C++, Java, Visual Basic, Pascal, dll.

- Application Program
Merupakan program yang dipakai untuk keperluan sehari-hari. Penjelasan lengkap mengenai program aplikasi akan dibahas pada bab 2 mengenai Elemen-elemen TIK.

20 Agustus 2008

Macam-macam Jaringan Komputer

DOWNLOAD MATERI

Standar Kompetensi (Kurikulum 2004 / KBK):
10. Menggunakan jaringan lokal (LAN) untuk keperluan informasi dan komunikasi.

Kompetensi Dasar:
10.1. Mengenal macam-macam jaringan komputer

Indikator:
  • Mengidentifikasi macam-macam jaringan komputer
  • Mengidentifikasi perbedaan LAN dan WAN

Materi Pokok:
  • Konsep jaringan komputer informasi yang dibentuk oleh komputer dan infrastruktur telekomunikasi

Konsep Jaringan Komputer

Dalam ilmu komputer dan teknologi informasi, dikenal istilah jaringan komputer. Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan lainnya dengan menggunakan media komunikasi, sehingga dapat saling berbagi data, informasi, program, dan perangkat keras (printer, harddisk, webcam, dsb).

Gambar 1.1 Ilustrasi Jaringan Komputer
(sumber:http://computer-help-center.com/computer-networking)


Berbeda dengan konsep jaringan dalam ilmu biologi –yaitu kumpulan sel yang fungsinya sejenis– komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan komputer tidak harus sejenis. Komputer-komputer tersebut bisa saja memiliki tipe yang berbeda-beda, menggunakan sistem operasi yang berbeda, dan menggunakan program/aplikasi yang berbeda pula. Tetapi komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan komputer harus memakai aturan komunikasi (protokol) yang sama. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing komputer dapat berkomunikasi yang baik dengan komputer lainnya. Protokol yang menjadi Standar Internasional adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol).

Gambar 1.2 TCP/IP, standar internasional Jaringan Komputer
(sumber: http://www.sarsoft.com)

Dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri (stand-alone), jaringan komputer memiliki beberapa keunggulan antara lain:

Berbagi peralatan dan sumber daya
Beberapa komputer dimungkinkan untuk saling memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti printer, harddisk, serta perangkat lunak bersama, seperti aplikasi perkantoran, basis data (database), dan sistem informasi. Penggunaan perangkat secara bersama ini akan menghemat biaya dan meningkatkan efektivitas peralatan tersebut.

Integrasi data
Jaringan komputer memungkinkan pengintegrasian data dari atau ke semua komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut.

Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan komunikasi antar pemakai komputer, baik melalui e-mail, teleconference dsb.

Keamanan (Security)
Jaringan komputer mempermudah dalam pemberian perlindungan terhadap data. Meskipun data pada sebuah komputer dapat diakses oleh komputer lain, tetapi kita dapat membatasi akses orang lain terhadap data tersebut. Selain itu kita juga bisa melakukan pengamanan terpusat atas seluruh komputer yang terhubung ke jaringan.

Tipe Jaringan Komputer Berdasarkan Fungsinya
Menurut fungsinya, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi:

Jaringan peer-to-peer (P2P) atau point-to-point
Kedudukan setiap komputer yang terhubung dalam jaringan adalah sama. Tidak ada komputer yang menjadi pelayan utama (server). Sehingga semua komputer dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dan berbagi penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak.

Gambar 1.3 Ilustrasi jaringan peer-to-peer

Jaringan client-server
Pada jaringan client-server terdapat sebuah komputer yang mengatur semua fasilitas yang tersedia dalam jaringan komputer, seperti komunikasi, penggunaan bersama perangkat keras dan perangkat lunak serta mengontrol jaringan. Komputer ini dinamakan server. Semua komputer lain selain server disebut client.

Gambar 1.4 Ilustrasi jaringan client-server

Topologi Jaringan Komputer
Topologi merupakan diagram yang mewakili cara komputer terhubung dalam jaringan. Terdapat bermacam-macam topologi di dalam teori jaringan komputer, namun dalam pembahasan ini hanya dibahas empat macam, yaitu:

Topologi Bus
Seluruh komputer dalam jaringan terhubung dalam sebuah bus atau jalur komunikasi data utama/ backbone (berupa kabel). Komputer dalam jaringan berkomunikasi dengan cara mengirim dan mengambil data melalui bus

Gambar 1.5 Topologi Bus

Topologi Ring
Sesuai dengan namanya, ring atau cincin, seluruh komputer dalam jaringan terhubung pada sebuah jalur data yang menghubungkan komputer satu dengan lainnya secara sambung-menyambung sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah cincin. Topologi ini mirip dengan hubungan seri pada rangkaian listrik, dengan kedua ujung dihubungkan kembali, sehingga jika salah satu komputer mengalami gangguan, maka hal itu akan mempengaruhi keseluruhan jaringan. Dalam sistem jaringan ini, data dikirim secara berkeliling sepanjang jaringan (ring). Setiap komputer yang ingin mengirimkan data ke komputer lain harus melalui ring ini.


Gambar 1.6 Topologi Ring

Topologi Mesh
Topologi ini sering disebut “pure peer-to-peer”, sebab merupakan implementasi suatu jaringan komputer yang menghubungkan seluruh komputer secara langsung. Saat ini sangat jarang digunakan sebab rumit dan tidak praktis, topologi mesh ditunjukkan dalam Gambar 1.7


Gambar 1.7 Topologi Mesh

Topologi Star
Dalam topologi ini masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan ke sebuah konsentrator dengan menggunakan jalur yang berbeda-beda, sehingga jika salah satu komputer mengalami gangguan, jaringan tidak akan terpengaruh. Komunikasi di dalam jaringan diatur oleh konsentrator, berupa hub maupun switch. Gambar topologi star ditunjukkan pada Gambar 1.8

Gambar 1.8 Topologi Star

Area Jaringan Komputer
Secara umum terdapat dua macam pembagian area jaringan komputer, yaitu:
  • Local Area Network (LAN)
  • Wide Area Network (WAN)


Gambar 1.9 Ilustrasi Area WAN dan LAN
(sumber: http://www.lintasarta.net)


Local Area Network (LAN)
Jaringan ini digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer lokal, seluruh komputer yang terhubung ke jaringan terhubung pada satu pusat yang disebut gateway. LAN biasa ditemui pada jaringan-jaringan kecil dalam suatu ruangan atau lembaga tertentu.
Dalam pengembangannya, LAN berkembang menjadi sebuah Metropolitan Area Network (MAN), yang sudah melibatkan lebih dari satu gateway, dan biasanya telah memiliki sebuah server utama. MAN biasanya diterapkan pada Sistem Informasi perkotaan.

Wide Area Network (WAN)
Jaringan komputer skala luas (WAN) merupakan pengembangan dari MAN dan telah melibatkan lebih dari satu server utama, masing masing server utama saling terhubung dan setiap komputer yang terhubung ke jaringan akan dapat saling mengakses server tersebut. WAN biasanya mencakup sebuah area yang sangat luas, bahkan antar-negara. Dalam perkembangannya, WAN akan berkembang menjadi sebuah jaringan global yang biasa dikenal sebagai Interconnected-Networking (Internet).
Untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan lokal lain maupun dengan jaringan berskala luas (WAN), diperlukan sebuah perangkat khusus untuk mengatur gateway-nya, yaitu Router. Perhatikan ilustrasi router pada gambar 1.10 di bawah ini.


Gambar 1.10 Ilustrasi kerja router dalam menghubungkan jaringan luar (WAN) dan jaringan lokal (LAN)
(sumber: http://www.microsoft.com/windowsxp/using/networking/setup/wired.mspx)