Tugas 2 Matakuliah IF 5166 - KEAMANAN INFORMASI LANJUT
Wibisono Sukmo Wardhono (NIM: 23209321)
Dalam dunia pertanian, MonoCulture merupakan sebuah terapan penanaman satu jenis di dalam satu wilayah yang sama [1]. Kelebihannya, sistem memiliki teknis budidaya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang dipelihara hanya satu jenis. Di sisi lain, sistem ini menyebabkan tanaman relatif mudah terserang hama maupun penyakit. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan sistem MonoCulture, dikembangkan sistem MultiCulture/ PolyCulture. Sistem ini mampu mengurangi serangan hama, menambah kesuburan tanah, memutus siklus hidup hama atau penyakit dan menghasilkan panen yang beragam. Meskipun demikian, bila tidak dikelola dengan benar, sistem ini juga harus siap menghadapi persaingan mendapatkan unsur hara antar-jenis tanaman dan kesulitan dalam menghadapi banyaknya varian hama yang muncul [2].
Pembahasan lain di bidang politik menyebutkan bahwa pendidikan MonoCulture dengan mengabaikan keunikan dan pluralitas seperti memasung pertumbuhan pribadi kritis dan kreatif. Perbedaan setiap diri individu merupakan unsur terpenting pada pendidikan MultiCulture. Kesadaran atas keunikan diri menumbuhkan kesadaran kolektif yang membuka pintu dialog yang kritis dan terbuka. [3].
Suatu sistem teknologi informasi yang bersifat MonoCulture dan MultiCulture memiliki karakter yang analog dengan bidang pertanian maupun politik. Suatu sistem MonoCulture dibangun berdasarkan kesamaan perangkat-perangkat lunak yang ditanamkan pada setiap komputer. Dengan kata lain, seluruh komputer pada sistem tersebut memiliki kerentanan yang sama terhadap setiap serangan, terutama pada sistem operasi. Salah satu serangan yang banyak terjadi berasal dari virus komputer [4].
Dan Geer, seorang analis keamanan komputer dan ahli manajemen risiko berargumentasi bahwa Microsoft adalah monokultur [5]. Sehingga, karena mayoritas komputer yang terhubung ke internet memiliki sistem operasi Microsoft Windows, sistem ini menjadi rentan terhadap serangan yang sama. Namun sistem ini juga memiliki kelebihan. Dalam kasus Laboratorium TIK di SMA Negeri 3 Malang beberapa tahun lalu (ketika belum dilakukan migrasi ke OS berlisensi publik), penggunaan beberapa komputer dengan sistem yang memiliki OS dan aplikasi-aplikasi serupa, menyebabkan perawatan setiap komputer dapat berjalan dengan lancar. Apalagi kemampuan beberapa perangkat lunak dalam melaksanakan "cloning" menyebabkan sistem MonoCulture seperti ini semakin mudah digunakan.
Sistem MultiCulture yang didukung oleh keberadaan perangkat-perangkat lunak bebas memungkinkan kita terlepas dari ketergantungan terhadap vendor tertentu. Penggunaan beragam perangkat menyebabkan kita dapat memilah dan memilih perangkat lunak berdasarkan kelebihan-kelebihannya. Pada awalnya sistem ini memberikan kerja ekstra bagi seorang pengelola multi-komputer (seperti laboratorium komputer), namun, saat terjadi masalah pada satu perangkat, hal ini dapat segera diatasi oleh perangkat lain yang tertanam pada komputer.
Secara umum, sistem MultiCulture menawarkan banyak kelebihan dalam hal keamanan, dan dalam kasus sebuah laboratorium komputer seperti milik SMA Negeri 3 Malang, setiap komputer mutlak memiliki perangkat kombinasi perangkat lunak yang serupa. Dalam dunia Teknologi Informasi, kedua "aliran" ini begitu sengit dalam menebarkan pengaruhnya. MonoCulture menawarkan kenyamanan, sedangkan MultiCulture menawarkan keamanan. Sudah jamak bagi seluruh praktisi TI, bahwa kenyamanan selalu berbanding terbalik terhadap keamanan. Bagi pengguna awam, kenyamanan mungkin menjadi salah satu prioritas. Namun seluruh tingkatan pengguna TI tentu sepakat bahwa keamanan adalah suatu hal yang tidak dapat ditawar lagi.
Referensi:
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Monoculture. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[2] http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081009020032AArLyfc. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[3] http://www.uin-suka.info/ind/index.php?Itemid=341&id=516&option=com_content&task=view. Diakses tanggal 9 Juli 2009
[4] http://en.wikipedia.org/wiki/Monoculture_(computer_science). Diakses tanggal 9 Juli 2009
[5] http://en.wikipedia.org/wiki/Dan_Geer. Diakses tanggal 9 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar